🔍 Tentang SIGAP - Sistem Informasi Geospasial Aksi Penanganan
SIGAP - Sistem Informasi Geospasial Aksi Penanganan adalah inisiatif data terbuka yang bertujuan untuk memetakan dan menyuarakan persoalan sosial di Indonesia. Platform ini mengintegrasikan data statistik, laporan masyarakat, dan peta intervensi sosial dalam satu sistem yang terbuka, responsif, dan mudah diakses.
Visi
Mewujudkan transparansi, kolaborasi, dan advokasi berbasis data dalam isu kesejahteraan sosial.
Misi
- Menyediakan data interaktif dan terbuka tentang masalah sosial.
- Mempermudah koordinasi antar pihak: masyarakat, pemerintah, LSM.
- Mendukung advokasi berbasis bukti dan kebijakan publik yang adil.
- Mempercepat penanganan kasus sosial dengan pelibatan relawan.
- UUD 1945 Pasal 34 ayat (1): Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.
- UU No. 11 Tahun 2009: Tentang Kesejahteraan Sosial.
- Permensos No. 8 Tahun 2012: tentang Pedoman Pendataan dan Pengelolaan Data PMKS dan PSKS.
- Perpres No. 39 Tahun 2019: tentang Satu Data Indonesia.
- SDGs (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan): poin 1 (Tanpa Kemiskinan), poin 10 (Mengurangi Kesenjangan), dan poin 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh).
Azas:
- Kemanusiaan
- Partisipatif
- Keadilan Sosial
- Transparansi
- Akuntabilitas
- Berbasis Data
Tujuan:
- Menyediakan data spasial dan statistik PMKS secara interaktif dan akurat.
- Menjadi media advokasi dan rujukan kebijakan berbasis bukti.
- Mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam penanganan masalah sosial.
- Mempercepat respons dan intervensi sosial oleh instansi terkait.
- Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PMKS): fakir miskin, lansia telantar, anak jalanan, PRSE, korban trafficking, dsb.
- Pemerlu informasi: mahasiswa, akademisi, PSKS, pemerintah, NGO, dan masyarakat umum.
- Pemetaan spasial PMKS dan layanan sosial.
- Penyediaan data statistik dan laporan interaktif.
- Media pelaporan cepat kasus sosial dari masyarakat.
- Kanal publikasi dan edukasi kebijakan sosial.
- Jembatan antara kebutuhan dan aksi sosial (relawan/donatur).
- Partisipatif-Komunitas: melibatkan masyarakat dalam pelaporan dan aksi.
- Berbasis Teknologi Digital: menggunakan GIS, dashboard interaktif, sistem pelaporan online.
- Evidence-Based: data dijadikan dasar advokasi dan pengambilan kebijakan.
- Kolaboratif-Multi Sektor: sinergi antar instansi, NGO, akademisi, dan masyarakat.
- Pengumpulan & Validasi Data PMKS-PSKS.
- Pemutakhiran Peta Layanan & Kasus Aktif.
- Edukasi Sosial melalui publikasi dan modul daring.
- Kampanye Sosial & Call to Action untuk relawan/donasi.
- Workshop pelatihan SIGAP untuk daerah/OPD.
- Pemantauan & Evaluasi tindak lanjut laporan masyarakat.
- Crowdsourcing Data: laporan masyarakat dikumpulkan melalui form dan diverifikasi.
- Data Mining & Analitik: mengolah data tren dan prediksi sosial.
- GIS Mapping: visualisasi lokasi kasus dan layanan sosial.
- Dashboard Interaktif: untuk filtering dan analisa data real-time.
- Sentiment Analysis (opsional): untuk analisa opini masyarakat melalui laporan terbuka.
- Akses berbasis web dan mobile-friendly.
- Form pelaporan: input teks, kategori kasus, foto, geolokasi otomatis/manual.
- Admin center: untuk OPD/peksos memantau laporan dan mengisi update intervensi.
- Fitur donasi/relawan: notifikasi kebutuhan, registrasi, tracking aksi.
- Keamanan: enkripsi data pribadi, verifikasi dua tahap untuk petugas.
- Koordinator Umum: Kementerian Sosial RI (atau Dinas Sosial Daerah).
- Tim Teknis IT & GIS: pengembang, analis data, GIS specialist.
- Tim Konten & Publikasi: penulis, editor, desainer.
- Tim Validasi Lapangan: pekerja sosial, relawan sosial, PSKS.
- Tim Administrasi & Humas: pengelola komunikasi publik.
- Programmer & Data Analyst.
- Pekerja Sosial Profesional (Peksos).
- Volunteer entry-level (mahasiswa, relawan).
- Petugas verifikasi data lapangan.
- Admin database dan moderator konten.
- APBN/APBD melalui Kemensos/Dinsos.
- Hibah & Kerjasama NGO/LSM.
- CSR Perusahaan.
- Crowdfunding (opsional untuk kegiatan sosial tertentu).
- Beasiswa riset dan pengembangan dari akademisi.
- Server dan domain website.
- Software GIS dan Dashboard (misal: QGIS, Leaflet, Tableau).
- Database management system (PostgreSQL, MySQL).
- Perangkat komputer, kamera dokumentasi lapangan.
- Akses internet dan cloud storage.
- Kantor pengelola (lokal/Dinsos).
